Pemprov Terbuka Dialog dengan API

Meme di Belakang Truk

PARSIAL | Semarang – Ancaman para sopir truk galian C yang akan kembali melumpuhkan jalur pantura sebagai akibat dari tidak dipenuhinya tuntutan-tuntutan mereka yang meminta toleransi kelebihan muatan 75 persen JBI (Jumlah Berat Diizinkan) ditanggapi Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi

Heru meminta para sopir tidak melakukan aksi melumpuhkan jalur pantura, karena akan merugikan perekonomian masyarakat. Menurutnya, meski pertemuan antara para sopir truk galian C yang tergabung dalam Aliansi Pengemudi Independen (API) dengan pihak Dishubkominfo dan Dinas ESDM Provinsi Jateng mengalami dead lock namun tidak menutup kemungkinan akan ada lagi pertemuan untuk membahas tuntutan API tersebut.

“Mereka warga kita. Mungkin ada pertemuan lagi. Pak gub sangat terbuka, tapi pak gub yang dipikirkan tidak satu sisi saja, ada banyak pertimbangan,” katanya setelah membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu di Gedung Ghradhika, Jumat (27/2).

Menurut Heru, tuntutan toleransi kelebihan hingga 75 persen tidak mungkin dapat dipenuhi karena sudah diatur dalam Perda Nomor 1/2012. Selain itu, toleransi kelebihan 75 persen sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan yang lain.

“Pak gub saya belum tahu persis apakah masih bisa menambah misalnya berapa ini sedang kita bahas. Tapi tidak mungkin sampai 75 persen,” terangnya.

Sebelumnya para sopir truk galian C marah karena pertemuan yang diadakan di Kantor Dishubkominfo Jawa Tengah, Rabu (25/2) kemarin tidak membuahkan hasil apa-apa. Bahkan para sopir melakukan walkout karena Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP tidak menghadiri pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut API melayangkan tiga tuntutan yaitu, toleransi kelebihan muatan hingga 75 persen JBI, mempermudah izin galian C, dan melepaskan truk serta alat berat yang disita. Namun ketiga tuntutan tersebut tidak ada yang dipenuhi.[jatengprov]

loading...

COMMENTS