Jatim Laksanakan OP Beras untuk Tekan Kenaikan Harga

Ilustrasi [net]

PARSIAL | Surabaya – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur bersama Perum Bulog Operasi Pasar (OP) bahan pokok beras mobile truck berkeliling kampung, desa dan rumah-rumah susun diperkotaan. Dengan OP beras mobile diharapkan bisa sampai sasaran yang diharapkan.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Jawa Timur Any Mulyandary saat dihubungi dikantornya, Jumat (27/2) mengatakan, OP beras selain dilakukan di pasar-pasar tradisional juka dilakukan di rumah Susun, kampung-kampung, desa dan dengan menggunakan mobile.

Dicontohkan di Surabaya, OP beras dilakukan di Rumah Susun (Rusun) di Pandogo Rungkut, Rusun Gunungsari dan dikampung-kampung padat penduduk dengan menggunakan mobik truck. OP mobile dilakukan bukan saja di perkampungan dan rumah susun di Surabaya tetapi juga dilakukan didesa-desa di Jawa Timur.

Tujuannya OP mobile dilakukan agar OP bisa menembus kepelosok desa yang banyak dihuni oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah seperti bruruh pabrik, buruh tani, nelayan dan pekerja serabutan. Yang dampaknya diharapkan bisa menekan laju kenaikan harga beras Yang membedakan jika OP mobile petugasnya menggunakan mobil truck yang penuh dengan muatan bahan pokok beras.

Truck-truck OP yang berisi masing-masing satu sampai tiga ton bahan pokok ini terus bekeliling dari tempat ketempat lain dan berhenti disuatu desa, pasar desa atau kampung dan rumah susun yang padat penduduknya untuk menjual bahan pokok OP beras. Kegiatan Ini dilakukan dilakukan agar kegiatan OP ini bisa menyentuh rakyat pedesaan dan perkotaan dengan mendekatkan mendidstribusikan bahan kebutuhuan pokok utama kemasyarakat.

Selain itu bisa membantu masyarakat mendapatkan komoditi bahan pokok beras dengabn harga yang lebih murah dari pada harga di pasar pada umumnya. Dengan diperolehnya harga bahan pokok yang murah oleh masyarakat diharapkan bisa mengendalikan harga bahan pokok seperti beras,. Dampaknya secara luas dapat mengendalikan inflasi.

Sementara daftar harga dari Disperindag Jawa Timur dan pantauan Reforter JNR Kominfo Jawa Timur di pasar tradisional Surabaya pada Jumat (27/2); beras IR 64 medium rata-rata Rp 9 200/kg, beras bengawan Rp 10.000/kg dan beras mentik Rp 11.000/kg.

Tepung terigu segitiga biru Rp 7 500/kg, gula pasir Rp 9.500/kg, minyak goreng curah Rp 11.000/kg, daging sapi kualitas satu Rp 94.000/kg, daging ayam Rp 28.000/kg, telur ayam ras Rp 19 000/kg.

Cabe rawit Rp 19.600/kg, cabe merah besar keriting Rp 1500/kg, cabe merah biasa Rp 13 000/kg, bawang merah Rp 15 000/kg, bawang putih Rp 13 500/kg, kubis Rp 5.200/kg, kentang Rp 10 000/kg, tomat Rp 6.200/kg dan wortel Rp 11.000/kg, kacang hijau Rp 18 000/kg, kacang tanah Rp 18 500/kg, kedelai impor R 10.500/kg.dan kedelai lokal rata-rata Rp 9 000/kg.[jatimprov]

loading...

COMMENTS